TATA CARA PERENCANAAN PENGHENTIAN BUS

Seperti yang talah kita ketahui, perhentian bus disebagian besar kota-kota di negeri ini tidak menerapkan tata cara perhentian yang benar. Dimana bus menghentikan kendaraannya di sembarangan tempat sehingga berpengaruh terhadap kelancaran lalu lintas. Seakan-akan di negeri ini adalah seribu halte yang tak nampak halte itu berada. Oleh karena itu perlu adanya sikap kedisiplinan terhadap pilot bus untuk tidak menghentikan busnya di sembarangan tempat.

Di samping dari sikap mental para pilot bus itu sendiri, maka perlu adanya suatu prasarana yang memadai sehingga kedisiplinan para sopir bus dapat dilaksanakan dengan baik. Yaitu perlu adanya suatu tata cara perencanaan penghentian bus. Penghentian bus yang mana sangat mempengaruhi dalam kelancaran transportasi harus direncanakan secara matang, efektif dan efisien, agar setiap titik kantong-kantong penumpang dapat dijangkau oleh bus maupun penumpang itu sendiri, sehingga akan tercipta proses naik turun bus hanya pada tempat yang telah ditentukan.

Salah satu teknik penanganannya diupayakan dengan adanya teluk bus. Hal ini berfungsi untuk mengurangi gangguan kelancaran lalu lintas akibat bus berhenti. Selain itu pula dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang angkutan umum.

Kriteria penempatan lokasi pemberhentian bus anatara lain :

a. Tidak mengganggu kelancaran lalu-lintas kendaraan maupun pejalan kaki.
b. Dekat dengan lahan yang mempunyai potensi besar untuk pemakai angkutan penumpang umum.
c. Mempunyai eksesibilitas yang tinggi terhadap pejalan kaki.
d. Jarak satu Pemberhentian Bus dengan Pemberhentian Bus lainnya pada suatu ruas jalan minimal tigaratus meter dan tidak lebih dari tujuhratus meter.
e. Jarak dari tepi perkerasan pada kaki simpang ke ujung awal Teluk Bus, sesuai arah lalu-lintas adalah 50 meter.
f. Jarak dari tepi perkerasan pada kaki simpang ke ujung Rambu Stop Bus sesuai arah lalu-lintas adalah 50 meter.
g. Lokasi penempatan Pemberhentian Bus disesuaikan dengan kebutuhan.

Selain daripada menentukan lokasi penghentian bus, harus dihitung pula berapa panjang jalur tunggu yang akan dibuat. Panjang jalur tunggu tersebut disesuaikan dengan jumlah bus tunggu rencana. Jumlah bus tunggu dihitung berdasarkan jumlah waktu tunggu untuk jumlah bus tunggu rencana dan sekurang-kurangnya 70 persen sampai dengan 85 persen dari jumlah waktu tunggu seluruh bus yang menggunakan Teluk Bus itu. Perhitungan tersebut berdasarkan pada satu hari kerja yang mewakili hari kerja tahun tersebut.

Cara untuk menghitung berapa panjang jalur tunggu serta ketentuan-ketentuannya dapat didownload pada link ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s